Kamis, 25 Juli 2019

KONDISI DAN KEPUTUSAN

PERCABANGAN DENGAN IF.. THEN.. ELSE


Percabangan berdasarkan kondisi suatu variabel atau nilai di dalam pemrograman Visual Basic dinyatakan dengan perintah:
Penulisan percabangan seperti di atas disebut dengan “kondisi dan keputusan”. Dalam pengertian yang umum bisa dikatakan:
Contoh 1: 
“Jika bilangan habis dibagi dua maka bilangan itu adalah bilangan genap, jika tidak bilangan itu adalah bilangan ganjil”, yang dituliskan dengan: 
if bilangan mod 2 = 0 Then 
            Ket = “Bilangan genap” 
Else 
            Ket = “Bilangan ganjil” 
End If

Contoh 2: 
“Jika peminjaman lebih dari 7 hari maka dikenakan denda sebesar 2000”, yang dituliskan dengan 

If peminjaman>7 Then 
           Denda = 2000 

Else
           Denda = 0

End if


Contoh Aplikasi 
Membuat aplikasi untuk menentukan apakah bilangan yang dimasukkan adalah bilangan genap atau ganjil. 
  1. Buat project baru 
  2. Pada form1, tambahkan komponen-komponen: 2 Label, 2 TextBox dan 1 command button 
  3. Pada label1, isi property [Caption] dengan Bilangan. Pada label2, isi property [Caption] dengan Keterangan. 
  4. Pada semua textbox, kosongkan property [Text]. 
  5. Pada Command1, isi property [Caption] dengan Cek. 
  6. Atur tampilannya seperti gambar berikut: 


  7. Click Command1, tambahkan program untuk mengecek apakah bilangan yang dimasukkan bilangan genap atau ganjil dengan cara : “Jika bilangan habis dibagi dua maka bilangan tersebut genap, jika tidak bilangan tersebut ganjil”  
  8. Private Sub Command1_Click() 
         bil = Val(Text1) 

    If bil Mod 2 = 0 Then 
            ket = "GENAP" 
    Else 
            ket = "GANJIL" 
    End If 

    Text2 = ket 

    End Sub 


  9. Simpan project ini dengan memilih menu [File] >> [Save Project]. Maka simpan form dengan nama formLatihan41, dan simpan project dengan nama projectLatihan41
  10. Jalankan program dan uji dengan beberapa bilangan.
Penulisan percabangan di dalam Visual Basic mempunyai beberapa format, antara lain:

  1. Jika kondisi dipenuhi maka dilakukan proses yang hanya satu baris perintah 

  2.           If kondisi Then <Proses Kondisi Benar>





  3. Jika kondisi dipenuhi maka dilakukan proses lebih dari satu baris perintah 

  4.  If kondisi Then 
         <Proses Kondisi Benar>
     End If 
  5. Jika kondisi dipenuhi maka dilakukan proses A, jika tidak maka akan dilakukan proses B, yang masing-masing hanya satu baris perintah lebih dari satu baris perintah 

  6.  If kondisi Then <Proses A> Else <Proses B>

  7. Jika kondisi dipenuhi maka dilakukan proses A, jika tidak dilakukan proses B yang masing-masing lebih dari satu baris perintah 
           If kondisi Then 
                 <Proses A>
          Else
                 <Proses B>
          End If

Variabel, Operator dan Eskpresi

VARIABEL
Variabel adalah suatu tempat untuk menampung suatu nilai pada memory komputer. Untuk lebih mudah diakses, variabel diberi nama. Nama inilah yang akan menjadi pengenal suatu variabelm, misalkan a=4, ini berarti bahwa nama variabelnya adalah a dan nilainya adalah 4.
Variabel di dalam visual basic mempunyai beberapa macam berdasarkan nilai yang ada di dalam variabel tersebut, antara lain: 
(1) Boolean : menampung nilai biner, True atau False 
(2) Byte : Menampung nilai bulat kecil antara 0-256 
(3) Integer : Menampung nilai bulat antara -32768 s/d 32768 (15 bit) 
(4) Long : Menampung nilai bulat dengan bit yang panjang (31 bit) 
(5) Single : Menampung nilai pecahan dari 10-38 sampai dengan 1038 pada bagian positif, dan -10-38 sampai dengan -1038 pada bagian negatif. 
(6) Double : Menampung nilai pecahan dari 10-108 sampai dengan 10108 pada bagian positif, dan -10-108 sampai dengan -10108 pada bagian negatif. 
(7) String : Menampung nilai non numerik atau string, misalkan untuk menyimpan alamat. Variabel ini tidak bisa dioperasikan secara aritmatika. 
(8) Date : Menampung nilai tanggal 
(9) Variant : Merupakan variabel bebas, yang menampung nilai tergantung nilai apa yang ditampung pertama kali. Variabel ini yang merupakan kelebihan dari visual basic (bahkam bisa menjadi kekurangan untuk pemrograman yang lebih tinggi) karena bersifat seperti bunglon.

Kelebihan dari visual basic adalah bahwa setiap obyek baik berupa form, report (laporan), data atau komponen dapat menjadi variabel. 
Variabel di dalam visual basic dibedakan menjadi 3 macam variabel yaitu variabel lokal, variabel global terhadap form dan variabel global terhadap aplikasi (project). 
  1. Variabel lokal: adalah variabel yang hanya aktif dalam suatu fungsi atau subroutine di dalam visual basic. Caranya dituliskan secara langsu di dalam suatu fungsi satu subroutine tanpa pendefinisian atau dengan definisi variabel di dalam fungsi. 
  2. Variabel global dalam form: adalah variabel yang aktif selam satu form berjalan, bila pindah ke form yag lain maka variabel ini tidak aktif. Ini dapat dilakukan dengan mendefinisikan variabel di luar subroutine, biasanya diletakkan pada baris paling atas dari suatu form. Contohnya Dim a as integer diletakkan pada baris paling atas, maka variabel a selalu aktif selama form aktif. 
  3. Variabel global dalam aplikasi: adalah variabel yang aktif selama aplikasi masih aktif. Variabel ini masih aktif meskipun form yang berjalan sudah berganti. Untuk mendefinisikan variabel ini dilakukan dengan menambahkan modul dan pendefinisian dengan global.  

OPERATOR
Operatot adalah suatu simbol atau tanda untuk menyatakan suatu operasi atau proses. Pada dasarnya komputer dengan ALUnya (Aritmethic Logical Unit), mempunyai dua macam operator yaitu operator Aritmatika dan operator logika (perbandingan). Operator-operator di dalam Visual Basic antara lain:



Penjelasan lebih lanjut mengenai operator ada di bagian ekspresi, karena operator ini merupakan bagian dari ekspresi. Pemakaian operator ini sangat berhubungan dengan penulisan rumus di dalam pemrograman. 

EKSPRESI
Ekspresi adalah suatu cara penulisan untuk memberikan atau memasukkan nilai kedalam variabel. Ekspresi secara umum dalam computer statement dituliskan sebagai:

Di dalam Visual Basic ekspresi menggunakan tanda sama dengan (=). Dengan aturan sebelah kiri adalah variabel penampung (hasil) dan sebelah kanan adalah nilai yang dimasukkan ke variabel

Variabel = Nilai


Sebagai contoh untuk memasukkan nilai 5 ke dalam variabel a dapat dilakukan dengan a=5. Atau memasukkan nama ‘widya’ ke dalam variabel nama dapat dituliskan dengan nama=”widya” (Pada tipe data string, penulisan diberi tanda petik dua). Atau untuk memasukkan nilai keputusan benar dapat dituliskan dengan keputusan=True, Pada tipe data boolean nilainya hanya True dan False. Sehingga dapat dikatakan bahwa cara memasukkan nilai ini sangat tergantung dari jenis nilai apakah itu boolean, numerik, string atau date. Sedankan format bilangan dan tanggal.
secara default menggunakan format yang ada pada sistem operasi, meskipun tidak menutup kemungkinan diubah menggunakan format tersendiri. Berikut ini contoh-contoh penulisan ekspresi untuk memasukkan nilai ke dalam variabel:   


Ekspresi merupakan suatu proses yang bersifat sequential, yang artinya bahwa proses dilakukan dari baris paling atas sampai baris terakhir. Sebagai contoh bila dituliskan: 
a=10 
a=5 
Maka artinya pada baris pertama a bernilai 10, dan pada baris kedua a bernilai 5, sehingga nilai 10 diganti dengan nilai 5. Sehingga hasilnya a bernilai 5. 
Ekspresi bukan hanya seperti diatas, tetapi dapat juga merupakan penulisan suatu formula dengan melibatkan variabel-variabel yang sudah ada sebelumnya. 
Contoh 1: 
a=5 
b=10 
c=a+b 

Hasilnnya variabel a bernilai 5, b bernilai 10 dan c bernilai 15 sebagai hasil dari a+b=5+10=15. 

Ekspresi dapat digunakan untuk melakukan “counting” yaitu perhitungan penjumlahan secara terus menerus terhadapa suatu variabel 

Contoh 2:
a=5 
a=a+2 
Pada baris pertama a bernilai 5, pada baris kedua a bernilai 7, karena a yang sebelumnya bernilai 5 ditambah dengan 2 sehingga nilai akhir a bernilai 7. 

Contoh 3: 
jumlah=0 
jumlah=jumlah+5 
jumlah=jumlah-3 
jumlah=jumlah+2 

Pada baris pertama variabel jumlah bernilai 0, pada baris kedua variabel jumlah bernilai 5, pada baris ketiga variabel jumlah bernilai 2 dan pada baris keempat variabel jumlah bernilai 4. 

Contoh 4: 
Untuk menuliskan ekspresi dari rumus  x = sin (t) dengan t diketahui misalkan t=0,5 dapat dilakukan dengan: 
t=0.5 
x=sin(t) 

Contoh 5: 
Untuk menuliskan rumus ABC dalam menyelesaikan persamaan kuadrat sebagai berikut: 

dengan nilai a, b dan c diketahui misalkan 1, 3 dan 2 adalah: 
a=1: b=3: c=2 
x1=(-b+(b^2-4*a*c)^0.5)/(2*a) 
x2=(-b-(b^2-4*a*c)^0.5)/(2*a)


EVENT DAN PROPERTY

MEMBUAT USER INTERFACE
Pemrograman Visual Basic adalah suatu pemrograman visual, dimana pembuatan program dilakukan menggunakan media visual atau sering disebut dengan user-interface. Yang artinya bahwa pembuatan program berdasarkan tampilan yang dihasilkan program, dengan kode-kode program (Script) diletakkan masing-masing komponen.

Contoh 1: 
Buat project baru dengan Standart EXE untuk membuat User Interface sederhana dengan melibatkan komponen Label, Textbox dan CommandButton yang ada di Toolbox pada sebelah kiri dari antar muka Visual Basic seperti gambar  berikut:

Gunakan komponen-komponen seperti pada gambar 2.1 untuk membuat form pada gambar berikut:

MENGATUR PROPERTY
Property pada tampilan antar muka Visual Basic terletak di sebelah kanan, seperti gambar berikut: 


Contoh 2: 
Pada contoh 1 di atas, komponen-komponen yang sudah digunakan adalah Label1, Label 2, Text1, Command1 dan Command2. Atur property masing-masing komponen tersebut sebagai berikut, 


sehingga menghasilkan tampilan seperti gambar berikut


Masing-masing komponen mempunyai property yang berbeda dan jumlahnya banyak, tetapi ada beberapa property yang sering digunakan pada setiap komponen, antara lain [Caption]. Property yang sering digunakan untuk Form antara lain: 
  • Name: menyatakan nama obyek form yang sangat berguna untuk memanggil dan menyimpan form. 
  • Caption: digunakan untuk memberikan title pada form. 
  • StartUpPosition: digunakan untuk meletakkan form ketika form tersebut dipanggil atau aktif. Ada empat pilihan yaitu: Manual, CenterOwner, CenterScreen, Windows Default.

EVENT DENGAN KODE PROGRAM

Pemrograman visual bersifat event-driver, yang artinya program bekerja berdasarkan event yang terjadi ketika suatu object diberikan aksi misalkan tombol ditekan, option dipilih, atau setelah mengetikkan sesuatu pada text kemudian di tekan [Enter]. Untuk membuat event ini tinggal click pada komponen dari tampilan user interface yang sudah dibuat. 

Contoh 3: 
Pada tampilan contoh 2, click pada form (bagian kosong yang tidak digunakan komponen-komponen lainnya), maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut: 

Perhatikan gambar 2.5, ketika form di-click maka akan muncul event Load, ini disebabkan event default untuk form adalah load. Dan secara otomatis di bagian kode program sudah disediakan fungsi untuk event load pada form yang tertulis: 

Private Sub Form_Load() 

End Sub 

Di dalam fungsi ini dituliskan kode program. Kode program ini dijalankan ketika form dipanggil. Event ini bisa diganti di bagian [Event], perhatikan bahwa event pada setiap komponen termasuk form jumlahnya banyak, tinggal dipilih sesuai kebutuhan aplikasi.

Contoh 4: 
Pada tampilan contoh 2, click pada command1, sehingga muncul event pada bagian kode program sebagai berikut:

Tambahkan program pada kode program ini sehingga menjadi:

Perintah End, berarti program keluar dan selesai. 
Simpan form dan project ini dengan cara pilih menu [File] >> [Save Project], beri nama form dengan formLatihan21 dan nama project dengan projectLatihan21. Jalankan dengan menekan ikon Run pada toolbar. Masukkan nama misalnya “Achmad Basuki” pada text1, dan tekan tombol Ok. Hasilnya adalah seperti gambar berikut. 



MEMBUAT PROJECT MENGATUR PROPERTY
Contoh 5

Buat project baru dengan StandardEXE untuk mencoba bermain dengan property dan event lebih jauh lagi. Tambahkan komponen-komponen Label, Text, Frame, OptionButton, CheckBox dan Command. Atur tampilannya seperti gambar berikut: 


Atur property object pada form tersebut seperti berikut
hasil dari pengaturan tersebut seperti pada gambar berikut:





Membuat Project Baru

Untuk memulai pembuatan program aplikasi di dalam Visual Basic, yang dilakukan adalah membuat project baru. Project adalah sekumpulan form, modul, fungsi, data dan laporan yang digunakan dalam suatu aplikasi. Membuat projrct baru dapat dilakukan dengan memilih menu [File] >> [New Project] atau dengan menekan ikon [new project] pada Toolbar yang terletak di pojok kiri atas. Setelah itu akan muncul konfirmasi untuk jenis project dari program aplikasi yan akan dibuat seperti terlihat pada gambar berikut. 

Visual Basic 6.0 menyediakan 13 jenis project yang bisa dibuat seperti terlihat pada gambar 1.3 di atas. Ada beberapa project yang biasa digunakan oleh banyak pengguna Visual Basic, antara lain: 

  • Standard EXE: Project standar dalam Visual Basic dengan komponen-komponen standar. Jenis project ini sangat sederhana, tetapi memiliki keunggulan bahwa semua komponennya dapat diakui oleh semua unit komputer dan semua user meskipun bukan administrator. Pada buku ini akan digunakan project Standard EXE ini, sebagai konsep pemrograman visualnya. 
  • ActiveX EXE: Project ini adalah project ActiveX berisi komponen-komponen kemampuan intuk berinteraksi dengan semua aplikasi di sistem operasi windows. 
  • ActiveX DLL: Project ini menghasilkan sebuah aplikasi library yang selanjutnya dapat digunakan oleh semua aplikasi di sistem operasi windows. 
  • ActiveX Control: Project ini menghasilkan komponen-komponen baru untuk aplikasi Visual Basic yang lain.
  • VB Application Wizard: Project ini memandu pengguna untuk membuat aplikasi secara mudah tanpa harus pusing-pusing dengan perintah-perintah pemrograman.
  • Addin: Project seperti Standard EXE tetapi dengan berbagai macam komponen tambahan yang memungkinkan kebebasan kreasi dari pengguna.
  • Data project: Project ini melengkapi komponennya dengan komponen-komponen database. Sehingga bisa dikatakan project ini memang disediakan untuk keperluan pembuatan aplikasi database. 
  • DHTML Application: Project ini digunakan untuk membuat aplikasi internet pada sisi client (client side) dengan fungsi-fungsi DHTML.\
  • IIS Application: Project ini menghasilkan apliaksi internet pada sisi server (server side) dengan komponen-komponen CGI (Common Gateway Interface). 
Selanjutnya pilih Standard EXE dan tekan [Ok]. Lalu muncul tampilan dari Standard Exe seperti pada gambar. Dengan demikian project sudah siap dibuat. Dalam pembuatan project sebelumnya double click pada form yang terbuat maka adak terlihat jendela tersembunyi (hidden windows) yang berupa jendela untuk pembuatan program atau jendela kode (code windows). Hal ini Dapat dilakukan dengan cara memilih ikon jendela form atau jendela kode yang ada di [Project Explorer].


Pada jendela form, pengguna dalam membangun tampilan dari program aplikasi yang akan dibuat dengan mengatur komponen-komponen baik letak, properti dan eventnya. Untuk mengambil suatu komponen dari [Toolbox] dapat dilakukan dengan click komponen tersebut, kemudian clik atau tarik pada posisi yang benar pada form. Sebagai contoh mengambil label dari Toolbox dapat dilakukan dengan cara seperti gambar di bawah ini. 

Langkah-langkah mengambil label dari toolbox untuk dipasangkan dalam form adalah sebagai berikut: 
(1) Click ikon [Label] pada [ToolBox] 
(2) Pindahkan ke posisi dimana label itu akan diletakkan 
(3) Clik dan tarik sampai ukurannya benar lalu lepaskan 

Langkah berikutnya adalah memberikan teks pada label, misalkan “Hello world”, maka piliha properti Caption, dan isi dengan Hello world. Hasil tampilan program adalah sebagai berikut:

 
Dan untuk menjalankan program click ikon Run ( ) pada toolbar atau pilih menu [Run] >> [Start], atau dengan tekan tombol [F5]. Sehingga hasil program adalah: 




Interface Antar Muka Visual Basic 6.0

Interface antar muka Visual Basic 6.0, berisi menu, toolbar, toolbox, form, project explorer dan property seperti terlihat pada gambar 1.1. berikut:
Pembuatan program aplikasi menggunakan Visual Basic dilakukan dengan membuat tampilan aplikasi pada form, kemudian diberi script program di dalam komponen-komponen yang diperlukan. Form disusun oleh komponen-komponen yang berada di [Toolbox], dan setiap komponen yang dipakai harus diatur propertinya lewat jendela [Property]. 
Menu pada dasarnya adalah operasional standar di dalam sistem operasi windows, seperti membuat form baru, membuat project baru, membuka project dan menyimpan project. Di samping itu terdapat fasilitas-fasilitas pemakaian visual basic pada menu. Untuk lebih jelasnya Visual Basic menyediakan bantuan yang sangat lengkap dan detail dalam MSDN.
Toolbox berisi komponen-komponen yang bisa digunakan oleh suatu project aktif, artinya isi komponen dalam toolbox sangat tergantung pada jenis project yang dibangun. Komponen standar dalam toolbox dapat dilihat pada gambar berikut ini. 



Mengenal Visual Basic 6.0

Bahasa Basic pada dasarnya adalah bahasa yang mudah dimengerti sehingga pemrograman di dalam bahasa Basic dapat dengan mudah dilakukan meskipun oleh orang yang baru belajar membuat program. Hal ini lebih mudah lagi setelah hadirnya Microsoft Visual Basic, yang dibangun dari ide untuk membuat bahasa yang sederhana dan mudah dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) untuk graphic user interface yang dikembangkan dalam sistem operasi Microsoft Windows. 
Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan dalam visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian dijalankan dalam script yang sangat mudah. 
Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan kemampuan Visual Basic untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di dalam sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini memungkinkan penguna untuk memanggil dan menggunakan semua model data yang ada di dalam sistem operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik pemrograman di dalam Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman Visual dan Object Oriented Programming (OOP). 
Visual Basic 6.0 sebetulnya perkembangan dari versi sebelumnya dengan beberapa penambahan komponen yang sedang tren saat ini, seperti kemampuan pemrograman internet dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan beberapa penambahan fitur database dan multimedia yang semakin baik. Sampai saat buku ini ditulis bisa dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih pertama di dalam membuat program aplikasi yang ada di pasar perangkat lunak nasional. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam melakukan proses development dari aplikasi yang dibuat. 

Selamat Datang


Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillaahi Rabbil Alamin, Puji Syukur Kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan saya kesempatan untuk bisa mengikuti kegiatan belajar pada STMIK Handayani Makassar, khususnya pada mata kuliah Pemrograman Visual I.

untuk merangkum materi kuliah tersebut, blog ini dibuat dan diharapkan bisa menjadi sumber referensi sederhana bagi saya dan juga mungkin kepada anda yang membutuhkan.
Tulisan-tulisan ini bersumber dari beberapa referensi baik yang ada di internet maupun juga dari referensi luring berupa artikel dan modul offline..
Mohon maaf bila pada blog ini masih terdapat kekurangan karena keterbatasan saya sebagai penulis..


Hasrul Akbar

Membuat Report Pada Visual Basic 6.0

Laporan atau pada VB lebih dikenal dengan istilah 'data report' adalah menampilkan data yang telah tersimpan kemudian bisa dicetak ...